Konser UKiss di Jakarta

Assalamu’alaikum wr. wb.

Akhirnya hari yang dinanti tiba juga setelah sempat diundur dua bulan lebih….

UKISS INSERT PEN LS

Kisahnya berawal saat mencoba browsing internet di KFC Magelang saat akan menghadiri pernikahan rekan kerja di penghujung Desember 2012, anak wedok sempat ngambek minta dibelikan tiket konser UKiss via online. Akhirnya demi memenuhi keinginan anak wedok yang ngefans banget sama boy band korea itu akhirnya terbelilah tiket festival dua lembar seharga 1.760.000 rupiah untuk konser tanggal 2 Februari 2013.

Persiapan dimulai…melalui browsing internet mulai nyari-nyari hotel di seputaran Tennis Indoor Senayan tempat konsernya dan berburu tiket murah pesawat. Alhasil hotel sudah didapat untuk semalam tgl 2 Februari seharga 750.000 rupiah di Century Park Atlet Hotel bilangan Senayan dan juga tiket pesawat pulang pergi Solo – Jakarta – Semarang.

Minggu kedua Januari hampir di seluruh wilayah Jakarta dilanda banjir, dengan alasan kemanusiaan diterimalah email dua minggu sebelum konser yang menyatakan dengan sangat menyesal konser UKiss ditunda menjadi tgl 27 April 2013. Lemas sudah mengingat biaya yang sudah terlanjur dikeluarkan buat pesan hotel dan tiket penerbangan dan tidak bisa dibatalkan. Akhirnya dengan sangat terpaksa berangkat juga bersama anak wedok ke Jakarta walau sudah tidak mempunyai tujuan khusus selain memanfaatkan tiket pesawat dan hotel yang sudah terlanjur dibeli.

Mengingat pengalaman sebelumnya, hunting hotel dan tiket pesawat dilakukan seminggu sebelum hari H. Tempat konser yang semula di Tennis Indoor Senayan dipindah ke Sportsmall Britama Kelapa Gading memaksa googling map mencari-cari hotel yang dekat tempat konser. Akhirnya ketemulah Grand Whiz Hotel Kelapa Gading yang letaknya kurang lebih 1 km dari Sportsmall Britama, voucher menginap semalam seharga 650.000 rupiah sudah ditangan, tinggal tiket pesawat. Hampir setiap hari memelototi Indonesia Flight untuk hunting tiket termurah, dari hari ke hari mendekati hari  H harga tiket semakin turun sampai diperoleh harga terendah Lion Semarang – Jakarta jam 13.30 seharga 295.000 dan Sriwijaya Jakarta – Solo jam 14.05 seharga 297.000 rupiah.

Sabtu, 27 April 2013 jam 06.30 anak wedok berangkat sekolah yang pasti dengan perasaan pengin cepat pulang dan segera berangkat ke Jakarta. Ehh ternyata benar, baru jam 09.00 anak wedok sudah telpon minta dijemput karena sudah ijin ke gurunya. Dari Salatiga naik bus ke Semarang turun di Krapyak alhamdulillah lancar. Dari krapyak lanjut pake taksi ke Bandara Ahmad Yani pake argo cuma habis 12.000 plus parkir 3.000 rupiah, padahal kalau ngojek biasanya tarip 20.000 rupiah…ternyata naik taksi lebih murah ketimbang ngojek…heheee

Alhamdulillah perjalanan Lion Semarang Jakarta juga cukup lancar sehingga jam 15.45 sudah keluar terminal Bandara Soekarno Hatta. Sesuai rekomendasi teman2 yang tinggal di Jakarta, kucarilah taksi taksiku warna kuning gading dan meluncurlah kearah hotel di bilangan Kelapa Gading. Sopir taksiku agak bingung ketika kusebut tujuanku ke Grand Whiz Hotel karena dia belum terlalu hafal daerah Kelapa Gading, tapi berbekal browsingku sebelumnya yang menyebutkan hotel ini sebelah RS Mitra Keluarga Kelapa Gading akhirnya sopir mengangguk mengerti. Perjalanan di tol menuju Priok agak tersendat membuat agak was was dengan waktu yang agak mepet, setelah melewati kemacetan sekitar 45 menit kemudian sopir menunjuk bangunan yang dilewati sebagai Sportsmall Britama, wah sudah dekat berarti dan ternyata setelah memutar balik dan lurus sekitar 800 meter sampailah di Grand Whiz Hotel dan kulirik argo menunjuk angka 102.000 rupiah, gak terlalu mahal juga. Setelah check in dan menyimpan tas, langsung menuju te ka pe Sportsmall dengan taksi Blue Bird dengan argo 10.000 rupiah.

Sampai lokasi setelah tanya sana sini akhirnya bisa menukar voucher dengan tiket masuk

DSC_0054

Dan antrian masuk sudah mengular…(anak wedok yang paling kanan belakang baju orange)

DSC_0058

Tibalah saat konser “UKiss Showcase and Fanparty in Jakarta 2013…

IMG00613-20130427-2012

IMG00624-20130427-2025

IMG00643-20130427-2056

Konser selesai jam 21.30 dan terlihat anak wedok sangat gembira sekali dan puas menyaksikan konser yang baru pertama kali dilihatnya dalam jarak yang begitu dekat dan nyata…kebahagiaan orang tua adalah ketika melihat buah hatinya terlihat bahagia..

 

Dari Tuntang – Salatiga, 02 Mei 2013

Wassalam

Perjalanan kerja…

Assalamu’alaikum wr. wb.

Alhamdulillah akhirnya tiba juga saat menjelang kepulangan ke My Sweet Home di Salatiga setelah melewati perjalanan kerja selama dua minggu ini. Perjalanan kerja kali ini memang terasa begitu panjang karena terlewatinya moment2 indah yang harusnya dilewati bersama keluarga, padahal biasanya waktu dua minggu itu terasa pendek.

Moment pertama yang terlewati adalah saat pertama putra-putriku memakai seragam putih biru hari Senin 16 Juli 2012, yang seharusnya bisa kuantarkan menginjakkan ke sekolahnya yang baru untuk mengikuti MOS atau masa orientasi sekolah (ehh…bener gak ya singkatannya). Hanya lewat komunikasi jarak jauh saja saya bisa mengikuti gimana hebohnya istriku menyiapkan bahan2 untuk MOS seperti membuat papan nama dari karton berbentuk segilima dengan masing2 sudut 108 derajat, kalung dari untaian bumbu2 dapur, bunga pucuk merah…dan beberapa item yang cukup membuat kelabakan untuk memperolehnya. Dan saya hanya bisa mengikutinya dari bumi borneo, Kutai Kartanegara.

Perjalanan saya dimulai saat hari Kamis, 12 Juli 2012 dengan Wings Air Semarang – Surabaya yang dilanjutkan dengan perjalanan via travel Surabaya – Malang untuk mengikuti meeting keesokan harinya di Kantor Lawang. Setelah mengikuti agenda meeting seharian di hari Jumat, keesokan harinya perjalanan dilanjutkan dengan Garuda Surabaya – Balikpapan. Sampai Balikpapan sudah sore dijemput driver untuk melanjutkan perjalanan ke Kutai Kertanegara selama kurang lebih dua jam. Di Kutai kujalani rutinitas kerja di kandang bersama ayam2 kecilku yang baru datang dari perjalanan panjang Purwakarta – Kutai…saat-saat inilah terlewatkan sudah moment pertama melihat putra-putriku saat pertama kali memakai seragam putih biru…

Setelah seminggu di Kutai Kartanegara, hari Jumat 20 Juli 2012 setelah sholat Jumat dengan diantar driver,  perjalanan kerja dilanjutkan menuju kandang yang letaknya agak jauh di pelosok borneo yaitu di Sepaku Kab. Penajam Paser Utara yang jalan menuju ke lokasi cukup parah karena jalanan penuh lubang dan berlumpur…

Saat di Sepaku inilah momemt kedua yang seharusnya dinikmati bersama keluarga terlewatkan sudah…yaitu moment menikmati saat-saat puasa pertama di bulan Ramadhan ini. Tapi ya sudahlah…perjalanan masih panjang….

Setelah tiga hari di Sepaku, hari Senin 23 Juli 2012 jam 09.50 WITA perjalanan dilanjutkan dengan Trigana Air Balikpapan – Banjarmasin untuk melihat kondisi ayam2ku di kandang Banjarbaru…alhamdulillah walau ada hal2 kecil yang perlu dibenahi tapi secara umum kondisi kesehatan ayam masih aman terkendali…

Sampai saatnya hari ini saya menulis perjalanan ini akan dilanjut dengan Trigana Air Banjarmasin – Solo yang rencana akan terbang nanti jam 11.10 WITA…berharap semoga semuanya berjalan lancar sampai ke My Sweet Home di Salatiga….aamiiin

 

Dari Pinggiran Landasan Bandara Syamsuddin Noor – Banjarmasin, 26 Juli 2012

Wassalam, Hariyadi Sudirman

Mungkin saja….

 

Assalamu’alaikum wr. wb.,

Pagi ini berangkat kerja diliputi rasa galau yang mendalam…walau sudah kucoba tuk menepisnya dengan doa dan harapan. Begitu masuk mobil kuputar CD Indah Dewi Pertiwi yang diperoleh putriku waktu merayakan ultahnya di restoran cepat saji bersama teman-temannya tanggal 04 April yang lalu. Ahh…suaranya merdu sekali, begitu menginjak track keempat hatiku tercekat mendengar syair lagunya yang pas banget dengan suasana hatiku saat ini…

Mungkin Saja…by Indah Dewi Pertiwi

(mungkin saja aaa mungkin saja)
Kamu sudah mengenalku
Walau terlambat denganku, teruslah bersamaku
Kamu dan aku pun tahu
Semua hanya berjalan menunggu dan menunggu

(tak mudah) tak mudah untukku
(memilih) memilih antara kamu atau dia

Jangan menyerah dulu bila aku cintamu
Mungkin ku akan bersamamu
Mungkin saja, mungkin saja

Jangan lepaskan dulu walau hatimu ragu
Mungkin ku akan bersamamu
Mungkin saja, mungkin saja

Kamu berarti untukku
Tak pernah ku permainkan hatimu, hatimu

(tak mudah) tak mudah untukku
(memilih) memilih antara kamu atau dia

Jangan menyerah dulu bila aku cintamu
Mungkin ku akan bersamamu
Mungkin saja, mungkin saja

Jangan lepaskan dulu walau hatimu ragu
Mungkin ku akan bersamamu
Mungkin saja, mungkin saja

(mungkin saja, mungkin saja, percayalah)

Jangan menyerah dulu bila aku cintamu
Mungkin ku akan bersamamu
Mungkin saja, mungkin saja

Jangan lepaskan dulu walau hatimu ragu
Mungkin ku akan bersamamu
Mungkin saja, mungkin saja, percayalah

Jangan menyerah dulu bila aku cintamu
Mungkin ku akan bersamamu
Mungkin saja, mungkin saja

Jangan lepaskan dulu walau hatimu ragu
Mungkin ku akan bersamamu
Mungkin saja, mungkin saja, percayalah…

Semoga saja Allah selalu menjaga kebersamaan ini selamanya…aamiin yaa Robbal alamin…

 

Dari Tuntang, Kab. Semarang, 14 April 2012

Wassalam,  Hariyadi Sudirman

Service Excellent for Baby Chicken…

Assalamu’alaikum wr. wb.,

Judul diatas adalah lontaran Mbak Iim ketika ku upload foto suasana kedatangan day old chick (DOC) di kandang dan sedikit cerita kehidupan ayam via WhatsApp Kagama Virtual.

 

Yaa…menerima kedatangan DOC di suatu breeding farm hampir sama seperti kita mau kedatangan baby kita atau bahkan lebih. Gimana tidak, jauh-jauh hari sebelum DOC datang kandang harus benar-benar bersih dan steril supaya tidak mengganggu pertumbuhan ayam di kemudian hari. Satu bulan sebelumnya kandang harus didesinfeksi dengan bahan kimia yang manjur membunuh kuman atau virus yang tertinggal di kandang sisa kehidupan ayam sebelumnya. Vektor-vektor pembawa penyakit seperti tikus, kutu kandang dan cacing harus diberantas tuntas sebelum ayam masuk kandang. Tikus sebagai hewan pengerat yang paling bandel diberantas dengan menggunakan umpan racun tikus, kutu kandang disemprot dengan berbagai macam insectisida untuk memastikan tidak ada yang masih tertinggal di kandang dan telur cacing diberantas dengan merendam lantai kandang menggunakan larutan garam dapur. Nah lho ribet kan…untuk memastikan sudah bersih dari kuman dan jamur dilakukanlah yang namanya tes exposure ruangan dan swab peralatan kandang dan dikirim ke Laboratorium. Setelah ada hasil dari Lab yang menyatakan kandang sudah bersih dari kuman dan jamur, barulah kita bisa memasukkan alas tidur ayam berupa serutan kayu. Jangan salah kawan, serutan ini kita buat sendiri dari kayu yang sudah melewati proses sanitasi dengan ukuran tertentu dan lembut sehingga tidak melukai kaki ayam. Sebelum serutan masuk ke kandang, proses yang sama untuk memastikan bahwa serutan itu sudah steril dengan membawa sampel serutan ke Lab dulu untuk dites secara mikrobiologi.

Semua peralatan kandang harus melewati proses sanitasi yang ketat, kalau ada hasil Lab yang menyatakan masih ada kuman atau jamur harus didesinfeksi lagi dan dites ulang lagi sampai bersih.

Setelah semua sudah siap, giliran karyawan kandang yang berpamitan ke anak, istri atau pacar untuk menginap di kandang selama +/- 21 hari…yaaa selama 21 hari itu harus siap tuk menemani dan menjaga anak-anak ayam itu dari bahaya kedinginan, kelaparan dan kehausan…dan segudang kegiatan2 lain seperti vaksinasi, timbang ayam dan grading ayam (mengelompokkan ayam berdasar beratnya, ada grade kecil, normal & besar). Wuihhh gak kebayang beratnya kerja di kandang…pasti itu yang terucap ketika kita bercerita ke orang yang belum tahu sebelumnya…hihihi..

Minimal 3 jam sebelum kehadiran DOC, kita harus menyalakan pemanas atau kita sebut sebagai gas brooder agar pada saat DOC datang suhunya bisa 32 – 33oC dan nyaman buat anak ayam. Lighting dan ventilasipun disetting sesuai umur kehidupan ayam.

Untuk DOC Grand Parent didatangkan langsung dari Negeri Paman Sam atau United Kingdom tergantung stock yang ada, jadi anak2 ayam itu terbang hampir 70 jam melintasi beberapa benua sebelum akhirnya mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Mengingat panjangnya perjalanan yang telah dilalui pantaslah kalau anak-anak ayam ini mendapat perlakuan istimewa untuk memulihkan stamina setelah melewati perjalanan yang hanya berbekal kuning telur (yolk sacc) dari induknya. Tidak jarang anak-anak ayam ini datang dengan kondisi yang sangat mengenaskan antara hidup segan mati tak mau…itulah kawan kenapa harus ada “service excellent for baby chicken” ini…selain karena anak-anak ayam ini juga harganya ratusan ribu per ekornya…hehehe…

Ini sekelumit cerita tentang ayam dariku atas permintaan Mbak Iim, Mbak Migit dan Mas THS….

 

Dari Lereng Gunung Selamet, Randu Dongkal – Pemalang,  08 Oktober 2011

Wassalam,  Hariyadi Sudirman

Melancong ke Malaysia….

Assalamu’alaikum wr. wb.,

Hari Minggu pagi pesawat Malaysia Airlines yang membawa rombongan peserta “Asia Pacific Poultry Technical Conference 26-28 September 2012” bertolak menuju Kuala Lumpur. Rombongan berjumlah 19 personel dibawah bendera Pfizer Indonesia yang terdiri dari perwakilan masing-masing perusahaan di bidang Poultry Industry yang ada di Indonesia.

Setelah rombongan sampai di Hilton Kuala Lumpur Hotel, check in hotel dan nyimpan tas di kamar langsung cabut menuju KL Sentral yang kebetulan berada di seberang hotel. KL Sentral adalah stasiun pusat  kereta api cepat dan monorel.

Mejeng dulu ahhh di depan KL Sentral….

Dengan bekal map yang di dapat di Bandara Kuala Lumpur, kita nekat bertiga kabur dari rombongan menuju KLCC Twin Tower. Dari KL Sentral beli tiket Rapid KL (kereta api cepat) RM 1,6 per orang sekali jalan menuju stasiun KLCC. KL Sentral berada di KJ 10 dan setelah melewati 5 stasiun pemberhentian sampailah di Stasiun KLCC di KJ 15.

Dengan bekal pengalaman kemarin sorenya, setelah selesai seminar hari pertama kita cabut lagi menuju Twin Tower bersama rombongan lebih banyak.

Dan akhirnya sampai juga ke Menara Petronas atau Twin Tower kebanggaan bangsa Malaysia bersama rombongan…

dan tidak lupa makan nasi lemak dan teh tarik…

Jangan lupa sempatkan belanja souvenir2 di Pasar Seni atau Sentral Market yang jaraknya hanya satu pemberhentian saja dari Stasiun Sentral ke Stasiun Pasar Seni dengan tiket Rapid KL seharga RM 1,0 sekali jalan. Atau pergi ke kawasan Bukit Bintang yang merupakan kawasan Orchid Roadnya Malaysia, yang dapat ditempuh dari Stasiun Sentral naik Monorel dengan harga tiket RM 2,1 sekali jalan. Ahhhh….sudah ngantuk kawan, besok pagi persiapan balik ke negeri tercinta….

Dari Lantai 15 kamar 1525  Hilton KL Hotel – Malaysia,  28  September  2011

Wassalam,  Hariyadi Sudirman

Perjalanan Mudik Lebaran 2011

Assalamu’alaikum wr. wb.,

Sudah cukup lama gak nulis jadi pengin reportase perjalanan mudik lebaran…

Awalnya rencana mudik ke Madiun akan dimulai hari Minggu, 28 Agustus 2011 dengan agenda tgl 1 Sept’11 reuni perak Smaga Madiun angkatan ’86 dilanjut malamnya reuni Rhopherho (2IPA2) Smaga Madiun, tgl 2Sept’11 reuni perak GamaVet angkatan ’86 dan tgl 3 Sept’11 kopdar syawalan milis kagama virtual…voucher penginapan di Jogja sudah ditangan untuk tgl 2 Sept’11…

Tiba-tiba jumat pagi jam 6 ada telpon dari adik ipar yang mengabarkan Bapak Mertua telah berpulang…innalillahi wa inna ilaihi rojiun…langsung pagi itu meluncur ke agen travel untuk cari tiket pesawat ke Bandung. Alhamdulillah dapat tiket Lion Jogja – Bandung  jam 12.50, sampai bandara Husein Sastranegara Bandung jam 13.55 dan sudah ditunggu jemputan. Alhamdulillah perjalanan Bandung – Purwakarta lancar hanya butuh waktu 45 menit, tiba di rumah mertua jenazah masih disemayamkan di ruang tamu dan masih sempat melihat wajahnya untuk yang terakhir kalinya. Mamanya anak2 sangat shock dengan kejadian ini, maklum dia adalah anak yang paling dekat dengan bapak mertua dan kepergian Bapak sangat tiba2 dalam kondisi sehat. Menurut ibu mertua, pagi itu setelah mandi Bapak mengeluh agak pusing dan minta dibuatkan teh campur madu dan langsung masuk kamar. Setelah selesai membuat teh, ibu mertua masuk kamar untuk membangunkan bapak tapi Beliau sudah keburu pergi untuk selamanya. Selamat jalan Bapak…semoga Allah mengampuni dosa2nya dan melapangkan jalannya, amin…Menjelang ashar, almarhum dimakamkan di pekarangan belakang rumah. Di beberapa daerah di Jawa Barat, pemakaman anggota keluarga di pekarangan rumah sangatlah lazim.

Karena istri berkeinginan untuk menemani ibunya sampai tujuh hari kepergian bapak maka rencana mudik berubah. Saya bersama si sulung segera membeli tiket kereta Harina Pagi tujuan Purwakarta – Semarang untuk hari Selasa, 30 Sep’11 setelah sholat Ied jam 09.21. Malam menjelang Lebaran, habis maghrib sudah terdengar suara takbir dan setelah ada pengumuman dari pemerintah bahwa lebaran mundur 1 hari lenyaplah sudah suara takbiran. Karena sudah yakin dengan hasil hisab yang dilakukan oleh team Muhamadiyah maka jadilah esok harinya sholat Ied sendirian karena satu rumah termasuk istri dan anak2 ikut lebaran versi pemerintah. Ternyata “perbedaan itu indah” hanyalah slogan belaka, buktinya karena adanya perbedaan itu membuat segala sesuatunya jadi tidak seindah kenyataannya. Karena tiket sudah ditangan, rencana mudik tetap jalan terus. Kereta sampai semarang jam 15.16 tepat waktu dan sudah menunggu jemputan, lanjut ke Salatiga…istirahat sebentar, habis maghrib dilanjut nyetir sendiri ditemani si sulung menuju kota kelahiran Madiun.

Agenda pertama adalah menghadiri reuni perak Smaga Madiun angkatan ’86 di kampus baru Smaga Madiun, acara cukup meriah dan dihadiri hampir 100 teman2 lama dan guru2 yang sebagian besar sudah pensiun.Inilah dokumentasinya…

Malamnya dilanjut reuni dengan teman2 Rhopherho sebutan untuk alumni Loro Ipa Loro (2 Ipa 2), suasana sama meriahnya karena teman2 yang mudiknya kesorean dan gak sempat datang di reuni perak tadi pagi jadi bisa ngumpul…diantara alumni yang lain, Rhopherho paling terkenal kekompakannya dari sejak masih sekolah dulu…

Keesokan paginya, jam 05.50 sudah meluncur menuju kota kenangan Jogja untuk menghadiri reuni perak GamaVet angkatan ’86. Ternyata perjalanan tidak semulus yang dibayangkan karena lambannya arus lalin menuju Jogja baru jam 11.30 bisa menginjakkan roda di bumi Jogja dan langsung menuju Masjid UGM untuk sholat jumat. Selesai jumatan langsung menuju TKP yang ternyata jauhnya minta ampun yaitu di Boyong Resto, acara pagi yang diadakan di kampus lama Sekip yang sudah berubah menjadi Rumah Sakit Hewan terlewati sudah. Sampai di lokasi acara sudah berlangsung…

Berkumpul dengan teman2 lama membuat capek tidak terasa, selesai acara langsung menuju penginapan yang sudah dipesan via online di daerah Kentungan yang bernama My Home…hhhmmm lumayan juga nih…naruh tas langsung janjian sama teman kerja untuk silaturahmi ke atasan yang rumahnya di daerah lempuyangan.

Tinggal agenda terakhir esok hari yaitu kopdar syawalan teman2 milis kagama virtual, dimana selama ini hanya berhaha hihi via milis maupun grup WA aja dan beberapa diantaranya sempat lihat foto2 mereka saat kopdar2 sebelumnya. Ini adalah acara kopdar pertama yang akan saya hadiri.

Sebelum berangkat ke acara kopdar di Jambon Resto, masih sempat mampir ke ibu kost dulu di daerah klebengan…lumayan lama juga tidak ketemu dengan beliau sekeluarga…sambutan yang kuterima sangatlah mengharukan dan penuh keramahan…masih seperti dulu…jadi ingat jaman kuliah kalau kiriman telat terpaksa bon makan dulu ke ibu kost yang kebetulan buka warung nasi…ahhh khas anak kost2an…

Sampailah pada gong penutupan rangkaian acara reuni, meluncur ke TKP kopdar KV dan sampai di Jambon Resto sudah disambut teman2 KV yang selama ini hanya kenal nama dan beberapa pernah lihat fotonya. Ternyata bertemu dengan mereka sangatlah menyenangkan walau belum kenal sebelumnya…itung2 tambah kenalan dan nyambung tali silaturahmi…bravo kagama virtual…

Selesai sudah acara mudik beserta rangkaian reuni2 dan kopdar…kembali ke Salatiga dan alhamdulillah selesai juga reportase ini walau sambil terkantuk-kantuk. Tinggal nanti pagi menjemput istri dan si bungsu di Stasiun Tawang Semarang yang menumpang Kereta Api Harina Malam…hoammm dah ngantuk…daaaagggg…

Dari Gubugku di Perum Domas Salatiga, 04 September 2011

Wassalam,  Hariyadi Sudirman

Grand Situ Buleud – Purwakarta…

Assalamu’alaikum wr. wb.,

Sudah 2 hari ini di Purwakarta…besok waktunya pulang ke Salatiga. Setelah muter2 si Sulung Daniar Vinandi Hakim minta dibelikan helicopter yang pake remote control dan bisa terbang, lihat-lihat model dan harga akhirnya pilihan jatuh pada “High V-MAX Alloy Model” seharga dua ratus sepuluh ribu rupiah + batery alkaline dua puluh ribu rupiah.

Tidak lupa untuk si kecil  Faniar Tasha Almara kubelikan boneka barbie + beberapa bajunya. Si Kecil tidak ikut liburan ke rumah neneknya tapi sejak berangkat dari Salatiga sudah pesan untuk dibelikan boneka.

Si Sulung rupanya sudah kecapekan dan nguap terus pengin tidur. Ya sudah cepat tidur…besok pagi-pagi sekali kita menuju Bandara Soeta untuk terbang bersama Sriwijaya. Selamat tidur ananda…semoga mimpi indah…

Dari Grand Situ Buleud Hotel, Purwakarta – Jabar,  11  Mei  2011

Salam,  Hariyadi Sudirman

Lomba Menggambar

Assalamu’alaikum wr. wb.,

Sabtu kemarin tgl 26 Maret 2011, putri kecilku Faniar Tasha Almara (ehh… tidak terasa dia sudah umur 11 tahun) minta dianterin ikut lomba menggambar di Hotel Beringin – Salatiga. Terpaksa ijin tidak masuk kerja demi putri tercinta. Demi persiapan lomba, putriku minta diajarin Pakdhenya cara menggambar dan mewarnainya, maklum sudah kelas 5 SD dan di kota terdahulu kami “Purwakarta” sudah jarang diadain lomba menggambar untuk kelas 4 keatas. Jadi ini lomba pertama di kota ini yang diikutinya setelah hampir 2 tahun tidak pernah ikut lomba lagi.

Lomba diadakan pukul 14.00 dan peserta harus registrasi 30 menit sebelumnya. Jam 13.00 putriku udah merengek minta dianter sekarang juga, diluar hujan deras. Setelah proses negosiasi sana sini dengan alasan mau mandi dulu dan mau sholat, putriku dengan cemberut nungguin ayahnya selesai sholat. Jam 13.15 berangkat menuju hotel dan 10 menit kemudian sudah nyampe, dan ternyata ruangan masih sepi hanya ada panitianya…ahh mungkin karena diluar masih hujan kali…

Lomba ternyata mulainya molor sampai jam 14.30 karena nunggu pesertanya lengkap. Untuk menggambar dan mewarnai dikasih waktu 60 menit, mulailah putri kecilku menorehkan pensil diatas kertas dengan bekal ilmu yang diperoleh dari Pakdhenya. Inilah hasil akhirnya….

Setelah menunggu 30 menit untuk penjurian, tibalah saatnya untuk pengumuman hasil. Kakak pembawa acara mulai membacakan juaranya mulai dari juara harapan 2…. dan ketika menyebut juara harapan 1 ternyata nama putriku yang dipanggil….saya lihat ekspresinya sangat gembira sekali, dengan mantap digenggamnya piala itu sambil menyunggingkan senyum yang manis sekali…ohh putriku kelihatan sangat bahagia sekali walaupun tidak memperoleh juara tiga, dua atau bahkan juara satu…

Ini foto putriku (kedua dari kiri) ketika menerima piala dan piagam penghargaan…

Ini baru langkah awal putriku….teruslah belajar sama Pakdhe cara menggambar yang baik, maafkan ayahmu ini yang tidak bisa mengajarimu cara menggambar karena ayahmu memang tidak tahu caranya, bahkan menggambar adalah pelajaran yang paling ayah tidak sukai sejak ayahmu masih SD dulu….hiks..hiks..

Dari lereng Gunung Selamet, Randu Dongkal – Pemalang,  30  Maret  2011

Salam, Hariyadi Sudirman